Penyakit Herpes: Cobaan dari TUHAN atau akibat dari perbuatan kita sendiri?

Posted by Tjien Ming

Halo, apa kabar? Kami DOA-kan anda semua baik-baik saja. dan setiap hari diberkati Yesus Kristus, ALLAH kita. Kami juga berharap anda masih sering mengunjungi blog kami. Tanggal 24 Desember 2009 kemarin, tepatnya sekitar hampir jam dua belas malam handphone saya berdering. Istri saya menerima sms yang berisi ancaman keluarga kami. Saya berkata kepada istri saya,.........
Halo, apa kabar? Kami DOA-kan anda semua baik-baik saja. dan setiap hari diberkati Yesus Kristus, ALLAH kita. Kami juga berharap anda masih sering mengunjungi blog kami. Tanggal 24 Desember 2009 kemarin, tepatnya sekitar hampir jam dua belas malam handphone saya berdering. Istri saya menerima sms yang berisi ancaman keluarga kami. Saya berkata kepada istri saya, "Siapa yang mengirim sms itu?" Istri saya menjawab, "Tidak tahu, karena nomornya tidak dikenal". Mata saya masih terpejam, tetapi saya terus berpikir siapa yang mengirim sms tersebut. Setelah itu saya berkata kepada istri saya, "Anak-anak sudah tidur?" Istri saya menjawab, "Sudah". Lalu saya berkata kepada istri saya lagi, "Coba kita berDOA, dan siapa yang kamu lihat dalam pengelihatanmu". Sesudah kami berDOA, saya menanyakan siapa orang yang ada di dalam pengelihatan istri saya dan saya tidak terkejut mendengar jawaban dari istri saya. Dalam hati kami masing-masing memang benar tenyata kami berdua sebelum DOA sudah menebak siapa yang mengirim sms tersebut. Satu kata saja "MUNAFIK". Istri saya membacakan semua isi sms-nya dan salah satu kalimatnya mengatakan bahwa istri saya tidak berani berhadap-hadapan dengan orang tersebut atas kejadian di kantor. Pikiran saya, ""YANG SEBENARNYA TIDAK BERANI BERHADAP-HADAPAN LANGSUNG ITU DIA SENDIRI, KOQ KIRIM SMS PAKAI NOMOR BARU. ORANG INI BENAR-BENAR MUNAFIK!". Sayapun langsung berkata kepada istri saya, "Ini sudah lewat tengah malam. Jangan ada pikiran apapun. Kamu langsung tidur lagi. Oh, iya SELAMAT HARI NATAL". Dua hari kemudian istri saya masuk kerja kembali. Di perjalanan menuju kantor, istri saya bercerita bukan hanya dia saja yang menerima sms tersebut, ada beberapa orang lain yang menerima sms tersebut dengan nomor yang sama. Isinya tetap mencoba mengancam dan menjelek-jelekan orang-orang yang ada disekitar dia sendiri. Setelah tiba di kantor, orang yang kami curigai ternyata diam seribu bahasa. Sampai postingan ini ditulis, orang tersebut hanya berani berkomentar di situs sosial yang terkenal. Mengapa hal ini terjadi pada kami sekeluarga, terutama pada istri saya? Ini ceritanya, suatu hari orang tersebut tidak masuk kantor dan memberi kabar kepada istri saya dan teman-teman kantornya bahwa dia terkena penyakit Herpes. Pimpinan istri saya memberi ijin kepada orang tersebut selama tujuh hari untuk istiharat di rumah, ternyata ijin tersebut digunakan untuk melakukan kegiatan di luar rumah. Hari ketiga atau hari keempat orang tersebut terlihat oleh pimpinan kami di luar rumah, dan pimpinan langsung menghubungi kantor dan meminta istri saya dan teman-teman kantor untuk menghubungi orang tersebut agar besok pagi harus masuk kantor. Istri saya dan teman-teman kantornya memberikan informasi kepada pimpinan bahwa penyakit Herpes adalah penyakit kelamin dan penyakit tersebut adalah penyakit menular. Istri saya juga pada saat ini sedang mengandung anak ketiga kami. Istri saya dan teman-teman kantor meminta kebijakan dari pimpinan, akhirnya pimpinan mengambil keputusan bahwa ruangan kerja disekat agar orang tersebut kerja sendiri. Nah, ini yang membuat orang tersebut ada pemikiran bahwa istri saya dan teman-teman kantornya yang mempengaruhi pimpinan agar membuat keputusan tersebut. ITU SALAH BESAR. Istri saya dan teman-teman kantornya beritikad baik dengan adanya ijin untuk istrihahat dari pimpinan diharapkan orang tersebut dapat memulihkan diri dan dapat bekerja kembali bersama-sama di kantor. Terus terang, penyakit Herpes yang kami tahu bukan hanya menular, tetapi dapat mengakibatkan seorang perempuan tidak dapat mempunyai anak untuk selama-lamanya. Virus Herpes yang kami tahu juga ada dua macam, yang pertama dari faktor luar (bersentuhan dengan penderita) dan faktor dari dalam (hubungan seks). Esoknya, orang tersebut masuk kantor dengan sikap diam. Dari awal masuk kantor sampai dengan pulang kerja, itupun sudah berlangsung beberapa hari ini. Mulai sms ancaman tersebut sampai dengan postingan ini ditulis, kami berdua yakin bahwa penyakit yang diderita oleh orang tersebut adalah dari faktor dalam (hubungan seks). Orang tersebut memang belum menikah, tetapi yang kami tahu dari tubuhnya ada bercak-bercak gelembung. Dari kejadian ini, kamipun mendapat pelajaran bahwa perbuatan baik kami terhadap orang lain dapat disalahartikan, biarpun tindakan perbuatan baik itu sudah dijelaskan kepada orang yang ingin kami tolong.

0 comments:

Posting Komentar